Monday, November 14, 2016

Istilah Statistik Di Sepak Bola

statistik sepak bola
Di sepakbola modern ini, statistik sudah menjadi makanan sehari-hari. Penerapan statistik di sepakbola dinilai sudah menjadi penerapan paling sederhana dari sains olahraga (sports science) dan bahkan bisa dibilang sudah menjadi kebutuhan primer, terutama bagi sepakbola di Eropa.
Begitu juga dengan ulasan hingga berita pertandingan yang disajikan di PanditFootball.com. Banyak di antaranya kerap memakai istilah yang digunakan untuk mengukur statistik sepakbola.
Bahkan di era media sosial seperti sekarang, pembicaraan suporter ke pemain mulai menyinggung ke raihan statistik mereka. Penentuan siapa yang terbaik dan terburuk di lapangan menggunakan statistik sebagai pengukur.
Sebagai salah satu yang terbesar dalam urusan statistik olahraga atau sepakbola khususnya, Opta menjadi rujukan dalam hal istilah statistik tersebut. Opta juga menjadi penyedia data bagi situs statistik lainnya seperti Stats Zone, Squawka, dan WhoScored.
Apa itu key pass? Apa itu ball recovery? Kalau take-on? Beberapa istilah tersebut sebenarnya sudah memiliki Bahasa Indonesia mereka sendiri. Namun untuk memahaminya, kami akan menuliskan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesianya.
Pada akhirnya, meskipun kadang sulit dipahami, sepakbola itu memang selalu ingin dimengerti. Silakan klik indeks di bawah ini atau menuju halaman-halaman selanjutnya untuk mengetahui istilah statistik yang terkait.

1. Istilah statistik pada operan
Mari kita mulai dari aksi yang (seharusnya) paling banyak terjadi pada sebuah pertandingan sepakbola, yaitu mengoper. Untuk statistik ini, biasanya operan atau pass dihitung dari operan mendatar, operan kunci, asis, operan melalui sundulan, operan terobosan, dan bola panjang.
Sedangkan umpan silang, tendangan bebas (free kick), tendangan sudut (corners), lemparan ke dalam (throw-ins), serta lemparan kiper dan tendangan gawang kiper (goalkeeper distribution) biasanya tidak dimasukkan ke dalam statistik operan. Mereka memiliki istilah statistiknya sendiri.
Beberapa jenis operan antara lain bisa disimak seperti di bawah ini:
  • Operan cungkil atau chipped pass – operan yang dilakukan secara melambung
  • Operan sundulan atau headed pass – sebuah sundulan yang dimaksudkan untuk mengoper
  • Operan terobosan atau through ball – operan menuju ruang di mana rekannya mendapatkan operan tersebut setelah berlari menuju ruang yang dioper tersebut
  • Operan panjang atau long ball atau launch – operan melambung yang setidaknya menempuh jarak 22,86 meter (25 yard)
  • Umpan silang atau cross – sebuah operan dari sisi atau bagian lapangan yang lebih lebar menuju ke sisi lapangan lainnya (ke tengah atau kembali melebar ke seberangnya); tapi umpan silang biasanya tidak dimasukkan ke dalam statistik operan, dan juga dibedakan dengan tendangan pojok meskipun tendangan pojok itu di umpan
Setiap operan memiliki koordinat X dan Y dari titik awal mengoper tersebut, sehingga kita bisa tahu jika operan tersebut menuju ke wilayah area lapangan mana (selanjutnya akan dijelaskan pada bagian statistik area lapangan) dan ke arah mana: ke depan (forward pass), ke samping (sideway pass), operan dari samping ke tengah (square pass), atau ke belakang (backward pass atau backpass).
Sedangkan untuk istilah operan kunci dan asis, akan kami jelaskan pada bagian statistik pada peluang.
Operan biasa akan memiliki nama-nama seperti yang sudah disebutkan di atas atau yang akan disebutkan di bawah ini. Namun, operan atau sepakan yang berasal dari sepakan bola mati (set piece) akan ditambahkan keterangan set play atau set piece pada akhir penyebutan namanya.
Tingkat kesuksesan operan atau pass completion adalah formula yang didapatkan dari operan sukses (successful pass) dibagi dengan total operan, tidak termasuk umpan silang. Sedangkan operan yang gagal atau failed pass adalah operan yang tidak mencapai rekannya, termasuk jika bola keluar lapangan.

2. Istilah statistik pada tembakan
Tujuan sepakbola adalah mencetak gol, yaitu memasukkan bola ke dalam gawang, sesuai dengan namanya dalam Bahasa Inggris, yaitu goal. Untuk mencetak gol, pemain harus melakukan tembakan atau shot, atau kadang disebut juga percobaan (menembak) atau attempt. Tembakan yang mengenai sasaran disebut shot on target yaitu tembakan yang benar-benar mengarah ke gawang, kecuali pada akhirnya terkena pemain lawan (akan menjadi tembakan terblok atau blocked shot) atau terkena tiang/mistar (woodwork).
Tembakan yang terkena tiang tapi kemudian langsung masuk ke gawang, atau yang biasa kita sebut dengan “tiang dalam”, masuk ke dalam statistik shot on target.
Kemudian tembakan melenceng biasa disebut miss shot atau shot off target, yaitu tembakan yang tidak tepat sasaran, bisa melebar ataupun melambung. Sedangkan tembakan yang berhasil diselamatkan oleh kiper disebut saved shot.
Statistik pada tembakan ini akan membuat kita kemudian mengenal istilah akurasi tembakan atau shot accuracy. Akurasi tembakan dihitung dari tembakan tepat sasaran dibagi dengan seluruh usaha menembak. Kemudian dikalikan 100 persen jika kita ingin mendapatkan persentasenya.
Selanjutnya ada konversi gol atau goal conversion, yang dihitung dari jumlah gol dibagi seluruh tembakan, kemudian dikalikan 100 persen.

3. Istilah statstik pada peluang
Menciptakan peluang atau chances created adalah operan yang menghasilkan tembakan ke gawang. Jika bola tembakan tersebut masuk, maka akan menghasilkan asis atau assist; sedangkan jika tembakan tersebut tidak masuk, hanya akan menghasilkan operan kunci atau key pass.
Tidak semua asis berasal dari operan, kadang bisa juga berasal dari umpan silang (crossing), karena umpan silang tidak masuk ke dalam kategori operan. Entah alasannya apa, mungkin karena tingkat kesuksesan umpan silang (dalam persentase) hampir selalu rendah. Maka dari itu, asis masuk ke dalam kategori istilah statistik pada peluang, bukan istilah statistik pada operan.
Meskipun tidak ada acuan umum, sebuah operan kunci kadang bisa diterjemahkan juga menjadi operan yang menghasilkan asis. Jadi jika pada sebuah pertandingan ada skema operan dari A ke B ke C, dan C mencetak gol, maka B mencatatkan asis dan peluang, sedangkan A mencatatkan operan kunci.
Bagi Anda yang akrab dengan Fantasy Premier League (FPL), kadang kita bisa menemukan istilah peluang besar atau big chances, yang memiliki arti sebagai situasi di mana seorang pemain seharusnya diharapkan bisa mencetak gol; biasanya dalam skenario satu lawan satu dengan kiper, atau mendapatkan peluang dari jarak yang sangat dekat dengan gawang.

4. Istilah statistik pada area lapangan
Lapangan yang dibagi dalam koordinat-koordinat tertentu (X dan Y) akan menghasilkan dua jenis setengah lapangan atau half, tiga jenis sepertiga lapangan atau third, dan tiga jenis sayap.
Bagian setengah lapangan sendiri biasanya disebut dengan setengah lapangan bertahan atau defensive half atau own half. Sedangkan bagian setengah lapangan lawan biasa disebut setengah lapangan penyerangan atau attacking half atau opposition half.
Untuk memisahkan setengah lapangan, pemisahnya sangat jelas, yaitu garis tengah lapangan atau tempat ketika bola disepak pertama kali (sepak mula atau kick-off).
Lapangan juga biasa dibagi tiga. Bagian sepertiga lapangan sendiri biasa disebut sepertiga lapangan sendiri atau sepertiga lapangan bertahan atau defensive third. Sepertiga lapangan tengah biasa disebut sepertiga lapangan tengah atau middle third. Sedangkan sepertiga lapangan lawan biasa disebut sepertiga lapangan penyerangan atau attacking third atau final third.
Penentuan lapangan yang dibagi tiga ini ada yang ditentukan dengan secara rata dibagi tiga, dan ada juga yang ditentukan dengan batas terdekat garis area teknik (technical area) atau bangku cadangan pemain, dilihat dari gawang mereka sendiri.
Lapangan bisa dibagi juga ke dalam tiga jenis sayap, yaitu sayap kanan (right flank atau right wing), wilayah tengah (centre), dan sayap kiri (left flank atau left wing). Wilayah ini dibagi biasanya berdasarkan garis sisi pada kotak penalti.
Statistik pada area lapangan ini kemudian menghasilkan peta aksi atau action heat map (disingkat menjadi heat map saja) yang menunjukkan area lapangan di mana kejadian yang berhubungan dengan sentuhan bola (touch) sering terjadi. Biasanya semakin sering, warna akan semakin merah dan tebal.
Sementara daerah aksi atau action areas menunjukkan area lapangan yang sama dengan heat map di atas, tetapi dengan titik-titik (poin berbentuk bulat) ketika pemain melakukan touch. Semakin sering sebuah daerah mendapatkan touch, maka akan semakin banyak titik di sana.
Baik heat map maupun action areas hanya menghitung touch yang berhasil. Sedangkan jika sentuhan bola tersebut gagal, artinya bola terpental, akan menghasilkan unsuccessful touch (biasanya langsung tidak dihitung alias ditiadakan).
Kita juga harus bisa membedakan antara heat map dan cakupan jarak atau distance covered. Dalam cakupan jarak, yang dihitung bukanlah aksi pemain, tetapi pergerakan pemain tersebut selama pertandingan yang biasanya ditunjukkan dengan satuan meter atau kilometer (km) meskipun pada akhirnya sama-sama bisa membentuk grafis yang mirip dengan heat map.

Share this

0 Comment to "Istilah Statistik Di Sepak Bola"

Post a Comment

Salam sportifitas..
Tinggalkan komentar anda dengan menjunjung tinggi fair play.
Sesama blogger harus saling mendukung..

Note :
Mohon maaf, komentar terpaksa saya tinjau terlebih dahulu sebelum di publikasikan karena banyaknya yang melakukan SPAM akhir-akhir ini.
(update per 25 Oktober 2012)